Chapter 1

Matahari mulai menyongsongkan sinarnya menandakan pagi hari datang. Sinar-sinarnya nampak menerobos lewat celah gorden yang langsung menerpa seorang gadis. Namun hal itu tidak dapat mengganggu tidur nyenyaknya. Ia tetap bergelung nyaman di atas bed cover miliknya.

Kringggggggg.. kringggggg

Gadis tadi tampak terganggu dengan suara yang memekakkan telinga itu. Dikerjapkannya mata indahnya dengan malas lalu tangannya meraba benda bising tadi. Diambilnya jam weeker itu, setelah melihat arah jarum pendeknya pada jam tujuh dan jarum panjangnya ke arah jam sembilan matanya membulat sempurna.

“GUE TELATTTTTT” Teriaknya histers.

Ritual mandi dan dandan kilat segera ia lakukan untuk meminimalisir waktu telatnya. Setelah dirasa cukup rapih, ia mengambil kunci motor kesayangannya lalu berangkat bekerja.  Waktu sepuluh menit untuk bersiap sangat kurang cukup bagi kalangan wanita di luar sana. Kecuali Farah tentunya.

Untungnya jarak dari kost ke tempat kerja hanya membutuhkan waktu kurang lebih 5 menit, dalam keadaan jalan normal. Namun naas, kota Jakarta terkenal akan kemacetannya. Nampaknya Farah akan sial hari ini.

Sesampainya Farah gedung tempat Farah bekerja.  Jam tangannya menunjukkan pukul 09.15 membuat ia segera memarkirkan motornya lalu bergegas ke admin untuk absen.

“maaf Far, ini ketiga kalinya kamu telat. Kamu di panggil ke ruangan pak Fikri,” ujar Nadia dengan nada menyesal.

Farah hanya tersenyum menganggapi.

Ruangan pak Fikri adalah tempat paling horor di perusahaan ini. Bukan karena banyak hatunya, tapi ruangan itu sering di pakai untuk memecat karyawan atau menolak karyawan yang datang melamar. Seketika Farah bergidig ngeri. Oke Farah memang lebay. Namun kali ini Farah harus

Tok tok tok

“silahkan masuk,” suara pak Fikri menyambut telinga Farah yang tanpa sadar langsung membuka pintunya.

Krieetttt..

Farah melangkah perlahan dilihatnya pak Fikri tidak sedang sendiri. Pria disamping pak Fikri menoleh.

“elo”,”kamu!” ucap Farah dan pria di samping pak Fikri berbarengan.

Questions