Kedua: Rindu dalam Diam

Hening yang tersurat

Kontra dengan hati yang tersirat

Berharap ruang kosong relungmu

Menjadi sandaran milikku

Waktu yang terus berjalan

Dinamis dengan ribuan angan

Untuk bersanding mesra

Dengan dirimu, kurasa

Argumen yang kujawab sendiri

Rasa sepihak selama ini

Inginku mengatur takdir

Agar dirimu turut merasa dan berpikir

Asal rasa sakit

Rindu yang terus menggarit

Ingin selalu bersua

Dan tersiksa karena cinta

Menantimu

Yang tanpa kau pernah tahu

Harapku selalu terpanjat

Bersama mimpi dan munajat

Tuhan, kuatkanlah

Hamba dengan akhir rasa yang tak terarah

Dengan asa yang mungkin dimenangkan

Atau justru tak diindahkan

-Aku, pengagum rahasiamu.

Questions