Bersama Dalam Taat

Bersama dalam taat, tagline yang tak asing ditelingaku. Kalimat motivasi yang menjadi motto sebuah komunitas remaja dimana aku berada di dalamnya. Tentu kita ingin bersama-sama dalam meniti jalan ketaatan.

Dear sahabat taat, genggang erat tanganku. Ajak aku ke surga-Nya. Ajarkan agar cinta ini semakin bertumbuh kepada-Nya.

Pertemuan kita unik. Ketidaksengajaan yang terencana dengan indah yaitu dalam rencana-Nya. Seperti drama namun lebih indah dari sekedar drama. Sebab ini adalah skenario-Nya.

Sahabat taat, keberadaan mereka amat dirindukan meski terkadang jarak sering kali memisahkan.

 

Sahabat taat

Aku berjalan… aku berlari
di jalan yang pernah kau tunjuki.
Hidayah milik Allah, dan engkau sebagai wasillah.

Waktu berjalan tanpa lelah, hingga tak ada pertemuan antara kau dan aku.
Waktu belum bersepakat akan pertemuan kita yang terpisah teramat lama,
Jauh terbentang jarak,

Namun rindu semakin memburu,
betapapun tak ada pertemuan, engkau tetap hidup dalam hatiku,
namamu terpatri dengan sempurna.

Rindu kadangkala menciptakan bulir-bulir bening.
Merindu dirimu yang menggandeng tanganku, yang memelukku dengan hangat.

merindu dirimu yang ketika itu membuatku menangis, menangis karena adanya kesadaran bahwa aku telah salah langkah.

AkuĀ  mungkin masih menjadi korban gaya hidup yang hedonis, bebas, materialis juga hanya sibuk dengan dunia, jika kau tak menggandeng tanganku.

Mungkin aku masih bersikap apatis atas apa saja yang bukan menjadi urusanku, tetapi engkau menuntunku dan menemaniku melepas pemikiran-pemikiran barat itu.

Rindu, untukmu yang jauh, yang menunjukan jalan ini
Juga rindu bagi siapapun yang berjuang di jalan ini,
jalan dakwah.

Komentar