Cinta Itu Mengajak

Cinta itu mengajak

Mengajak kepada ketaatan

mengajak kepada Cinta-Nya

Mengajak untuk Dekat dengan Nya

Mengajak untuk kembali kepada Nya

Kepada aturan-aturan Nya

Begitulah cinta. Ia adalah sebuah ajakan untuk taat kepada sang penguasa langit dan bumi.

Ia adalah ajakan untuk mendekat kepada sang maha cinta.

 

Cinta itu mengajak. Benarkah seperti itu? Dear, yuk sama-sama menemukan jawaban apakah benar bahwa “Cinta itu mengajak?” Ketika kita membeli makanan di suatu tempat dan menikmatinya, kita merasa makanan tersebut benar-benar enak dan membuat kita ingin membelinya lagi dan lagi. Dalam kondisi seperti itu tentu kita mengingat keluarga ataupun orang-orang yang kita cintai. Ada keinginan dalam diri kita untuk membeli makanan tersebut untuk orang-orang yang kita cinta. Kita ingin merekapun merasakan lezatnya makanan yang kita makan. Benar begitu?

Oke dear, kita beralih dari membicarakan makanan ke sebuah buku. Semisal begini, kita membaca sebuah buku ataupun novel, ketika membaca buku itu kita merasakan kombinasi rasa yang luar biasa. Buku itu benar-benar bagus. Kita seolah merasakan setiap moment yang dikisahkan dalam buku itu. Hal itu tentu membuat kita merekomendasikan buku tersebut untuk dibaca orang-orang terdekat. Kita ingin mereka juga merasakan kombinasi rasa yang kita rasakan ketika membaca buku tersebut.

Pada intinya kita ingin orang lain merasakan kebahagiaan yang kita rasa. Maka seperti itulah cinta, mengajak orang lain untuk merasa apa yang sudah kita rasai. Termasuk keindahan dalam hijrah. Dear, hijrah itu indah loh. Untuk itulah saya ingin kita sama-sama merasakan keindahannya. Apakah hijrah suatu keharusan? Dear, dalam kehidupan kita tak mungkin terlepas dari perubahan. Manusia, hewan juga tumbuhan pun mengalami perubahan. Itulah yang menandakan adanya kehidupan. Berkembang. Bertumbuh.Perubahan atau pertumbuhan makhluk hidup dari segi biologis mempunyai fase-fase yang dilalui bagi setiap makhluk hidup tersebut. Jika diuraikan di sini maka akan membutuhkan deretan kalimat panjang.

Jika ada fase yang paling penting dari adanya perubahan pada diri manusia, maka perubahan pola pikirlah yang mungkin ada pada urutan terpenting nomor satu. Pola pikir yang bagaimanakah? Tentu saja pola pikir yang berlandaskan pemahaman Islam. Jika pemahaman Islam yang menjadi landasan, maka segala tutur, tingkah dan laku akan dipikirkan berdasarkan hukum-hukum Islam. Keridhoan Allah menjadi tolak ukur yang utama. Maka perubahan menjadi bagian penting dalam kehidupan. Perubahan dari maksiat menjadi taat. Ingkar menjadi patuh. Nongkrong di mall jadi nongkrong di majlis ilmu. Hobby main game jadi hobby baca buku. Bukankah perubahan-perubahan semacam itu adalah perubahan yang indah? Begitu seharusnya hijrah, bergerak menjadi lebih baik.

Jadi dear, tak ada alasan bagi kita untuk tidak berubah. Let`s hijrah.

Komentar